Rabu, 16 September 2009

refleksi di penghujung RamadhanNya....

Bismillah...


malam tadi..
malam 27 ramadhan, Insya Allah...
mencoba tuk sedikit merenungi...
tiba sudah d'penghujung ramadhan...


kembali mengingat target-target yang tertulis pada awal ramadhan...


"BELUM MAXIMAL"
2 kata yg menggambarkan semuanya...


jika dipertanyakan mengenai ibadah yg telah dilakukan...
bagaimana kualitas shalat??
bagaimana shalat sunnah?rawatib?dhuha?Qiyam
ul Lail?
sudah berapa banyak rizki yg qta sedekahkan?
sudah berapa lembar Qur'an yg qta baca?sudahkah mentadaburinya?bukan hanya sekear membaca??
sudah berapa banyak menangis dalam sujud memohon ampunanNYA??
bukankah bulan ini adalah bulan yg penuh ampunan??


ataukah yang difikran qta hanyalah.....
bagaimana mudik?dengan apa?akan bawa oleh2 apa?
bagaimana dengan baju baru?dapat berapa stelan?akan pakai baju apa pada hari lebaran?
akankah dapet THR?dari sodara2 atou dari keluarga besar?



jikalau Rasulullah SAW--yang sudah dipastikan masuk surga--saja menangis akan perginya tamu nan agung ini..
bagaimana qta??


akankah qta berkata *asiik ramadhan tgl sebentar lagi?

atau mungkin kita juga akan menangis...
namun....akankah ter'relisasikan tangis itu pada bulan2 setelahnya??
akankah ramadhan meninggalkan jejak rindu hingga menanti2 pertemuan ramadhan berikutnya?bagai kekasih yg menunggu kedatangan pujaan hatinya??


atau hanya sekedar menangis...?
menangis sebagai simbol sedih krn menganggap diri sebagai golongan orang2 beriman??


wallahu'alam...
refleksi diri...
tidak bermaksud menyinggung siapapun...


Rabbi....
ampuni kami...
beri kami rahmat dan ridhoMu...
jangan butakan hati kami...
tuntun hati kami menuju perjalanan indahMu...
aamiin..

Selasa, 15 September 2009

teruntuk teman2 seperjuangan..^^

Teringt sebuah nasyid yang disandu dari doa Rabithah..doa penggerak ukhuwah..
teruntuk saudara2 ku...

atas nama ukhuwah...
kudendangkan ini tuk kalian...


Sesunggunya Engkau tahu..
bahwa hati ini tlah berpadu
berhimpun dalam naungan citaMu...

Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan,
Menegakkan syariah dalam kehidupan...

*kuatkanlah ikatannya...
kekalkanlah cintanya...
Tunjukillah jalan-jalannya...
Terangilah dengan cahyamMu
Yang tiada pernah padam..
**Ya Rbbi... bimbinglah kami..

Lapangkanlah dada kami
Dengan karuni iman
dan indahnya tawakal padaMu...

Hidupkan dengan ma'firatMu,
matikan dalam syahid di jalanMu,
Engkaulah pelindung dan pembela...

*
**

Kamis, 06 Agustus 2009

refleksi diri sepeninggalan mbah surip

Assalamu'alaykum...

bismillah..

belakangan ni ramai sekali di TV, majalah, koran dan bahkan sampai mulut ke mulut membicarakan mengenai meninggalnya mbah surip..

Saya disini tidak akan membahas bagaimana mbah surip meninggal, apa saja penyakit yamg diderita mbah suri, bagaimana kebiasaan mbah surip, dan semacamnya...

Saya hanya ingin refleksi diri dan juga mengajak teman2 tuk kembali melihat masa depan kita..masa depan yang lebih kekal tentunya...

Apa yang kita tinggalkan di dunia jika kita nanti juga dipanggil?
apakah suatu yang bermanfaat tuk orang lain?
atau hanya sebagai kenangan di hati beberapa manusia?
atau yang lebih parah apakah kita hanya akan meninggalkan 3 kata? (si fulan, lahir tanggal sekian, meninggal tgl sekian)

Kapan kita meninggalkan dunia yang fana ini dan menuju kehidupan yang lebih kekal?
tidak ada satupun yang dapat menjawab ini karena hanya Allah lah yang tahu yang juga sudah tertulis dengan jelas pastinya dalam kitab lauhul mahfudz...
bukankah yang dapat kita usahakan sekarang hanyalah mengumpulkan bekal sebanyak2nya tuk kehidupan yg lebih kekal itu?
berusaha sekuat tenaga agar tiap detik yang dilewati menghasilkan tiket ke syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.. dan itulah sebaik2nya tempat kembali..
semoga..

Bagaimana kita meninggal?
akankah ketika kita sedang melakukan hal yang sia2?
atau bahkan maksiat?
ataukah ketika kita sedang berjihad di jalanNya?
bukankah sebaik2nya mereka adalah yang mati syahid dalam menegakkan agama Allah?

Apa kata-kata terakhir kita ketika ruh yang dicabut sudah sampai tenggorokan?
apakah kata2 makian karena kesakitan yang luar biasa?
ataukah kata2 standar namun tak bermakna?
ataukah asma Allah yang keluar dari lisan ini?


semoga..
ini menjadi refleksi diri bagi kita..
sebagai hikmah yang dapat dipetik manfaatnya..


semoga ini semua mengantarkan kita pada kebaikan...
dan membuat kita lebih siap tuk menginggalkan bau anyir dunia fana ini..
aamiin,

Senin, 03 Agustus 2009

manfaat softdrink (amanah ni)

Macam2 kegunaan Soft Drink!

1. Untuk membersihkan toilet :
Tuangkan sekaleng softdrink ke dalam toilet.
Tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
Asam sitric dalamnya menghilangkan noda-
noda dari keramik

2. Untuk membersihkan radiator mobil :
Campur sekaleng softdrink ke dalam karburator.
Panaskan mesin 15-30 menit.
Dinginkan
mesin, setelah itu buang air karburator.
Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

3. Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper /chrome mobil:
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil
yang direndam dalam softdrink

4. Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng sofdrink di atas terminal aki
untuk membersihkan korosi.

5. Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam softdrink
pada baut yang
berkarat.

6. Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng sofdrink ke dalam tumpukan
cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent,
dan putar dengan putaran normal
softdrink akan menolong menghilangkan noda lemak.

Untuk Perhatian Kita
PH rata-rata dari soft drink adalah 3.4..
Tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!
Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30th.

Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung
dari tingkat keasaman
makanan yang masuk.
Semua Calcium yg larut berkumpul di dalam arteri,urat nadi, kulit,
urat daging dan organ,
yang mempengaruhi fungsi ginjal.

Soft drinks tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin dan mineral).
Mereka punya kandungan gula lebih tinggi, lebih asam, dan banyak zat
aditif seperti
pengawet dan pewarna.

Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah
makan,
coba tebak apa akibatnya? Akibatnya?
Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 supaya enzim pencernaan berfungsi.

Suhu dari soft drink dingin jauh di bawah 37,terkadang mendekati 0.
Hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada
sistem pencernaan
kita,mencerna lebih sedikit makanan.

Bahkan makanan tersebut difermentasi.
Makanan yang difermentasi menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun,
yang diserap
oleh usus, diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.

Beberapa Contoh
Beberapa bulan lalu, ada sebuah kompetisi di Universitas Delhi :
Siapa dapat minum
softdrink paling banyak??
Pemenangnya meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan Karbondioksida
dalam darah dan kekurangan oksigen...
Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas. .

Seseorang menaruh gigi patah di dalam botol softdrink, dan dalam 10 hari
gigi tersebut
melarut!
Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan
setelah manusia mati

Bayangkan apa yang dilakukan minuman tersebut pada usus dan lapisan
perut kita yang halus!

Permohonan Kepada Semua, Forward kabar ini kepada teman-teman untuk
menambah kewaspadaan terhadap kegunaan soft drink.

Rabu, 29 Juli 2009

Disuruh pacaran?? wew!!

Bismillah…



Pagi itu,,hp ku berbunyi…

“telpon dari ibu, ada apa sore2 begini nelpon?? Tumben amat” fikirku…



Namun, terjadi percakapan yg cukup menggelikan..

Hihi,,


Aku: Assalamu’alaykum,,

Ibu : Wa’alaykumussalam. deQ..??

Aku : iya,, ada apa bu?

Ibu : ……………………………………………. (ibu membicarakan hal lain)

Aku : iya bu…

Lalu………

Ibu : deQ,, kmu kan udah mw naik smester 3………

(ibu ngomong dengan nada serius dan sebelum ibu melanjutkan kata2 beliau, aq membayangkan ibu akan berkata ‘belajar dunk yang serius, jangan sampai dapat nilai jelak lagi,, jangan mengecewakan ibu lagi..’ aku pun sudah bersiap diri dengan perkataan maaf dan selanjutnya… tapi ternyata…….

Ibu : (lanjutan yang tadi)….. kmu udah boleh koQ pacaran…

DUBRAK..!!!!



Sungguh hal yang di luar dugaan…

Pikiranku pun melayang ke masa kira2 2 tahun yang lalu, 3 tahun yang lalu, 4 tahun yang lalu… yah…masa2 jahiliyah itu… saat2 aku dilarang pacaran, tapi malah dengan bandel aku melanggar larangan ibu dan laranganNya dengan berpacaran dengan seorang teman yang menurutku dya yang terbaik bagi ku.. Astagfirullah…



Dan memang…

Allah itu tidak kehabisan cara tuk menguji hambaNya,

Baru saja beberapa hari sebelum hari itu aku mengikrarkan pada diri sendiri tuk tidak mau berpacaran lagi sampai aku menikah dan pacaran selanjutnya ya hanya dengan suamiku nanti, dengan orang pilihanNya...



Ntahlah….

Hal itu begitu saja terpikir dan terbayang-bayang dalam benakku beberapa hari sebelum akhirnya aku mengikrarkan hal itu pada diriku..

Hal itu begiru mengganggu fikiranku…

Membuat hatiku resah dan membayangiku dalam mimpi2ku…

Sampai pada suatu pagi,

Ntah pada malamnya Allah memberi mimpi apa padaku,

Aku merasa bahwa sudah saatnya aku hijrah..

Hijrah tuk menjaga hati..

Menjaga diri…

Untuk diriku sendiri, untuk masa depanku nanti dan lebih utama untuk Allah dan RasulNya…


Someone said “cara mencari jodoh yang terbaik adl dengan cara memperbaiki diri”


Dahulu…aq tak habis pikir kenapa cara mencari jodoh dengan cara memperbaiki diri? Apa hubungannya memperbaiki diri dengan jodoh kita?

Apakah dengan aku memperbaiki diri lalu jodohku yang jauh di luar sana juga sedang memperbaiki dirinya?

Lalu bagaimana dengan film2 yang menceritakan istrinya alim luar biasa tapi suaminya bejadnya na’udzubillah?



Yah…sebejadn2nya aku dulu, Alhamdulillah Allah masih membukakan hatiku..

Teringat aku dengan berbagai literatur yang kubaca dan pengalaman yang ku alami…



Salah satunya…

“ bagaimanapun, orang akan memilih intan berlian yang terbungkus rapi dan tersimpan di dalam lemari daripada intan berlian yang terpajang di depan etalase dan sering kali dilihat orang, dipegang-pegang apalagi sampai dicoba, mesikipun keduanya sama-sama intan berlian”

Dianalogikan intan berlian itu adalah kita, para gadis dan wanita yang pada dasarnya diberikan kelebihan dari Sang Khalik yakni keindahan yang dapat membuat siapa saja terpesona melihatnya…



Atau percakapan ini

A : udah berapa lama c ma cowok lo?

B : 3 tahun

A : trus nanti nikah mw ma dya?

B : ga ah…aku mw cari yang lebih baik untuk anak2ku dibanding dya

A : lalu bwat apa pacaran 3 tahun klo akhirnya ga nikah?

B : malas aja putus tar,, ntar sakit….

A : lalu apakah tidak sia2 waktu yang lo keluarin bwat dya?

B : ntahlaaa…



Dan fakta-fakta seperti…

B : kakak gw udah putus ma ceweknya, padahal dah tunangan, tinggal nikah lagi

A : lho?kenapa?

B : baru ketahuan sifat buruk si cewe

A : lha? Jadi 5 taun ngapayn aja?

B : tauk…

C : deq.. akhirnya mba **** (sepupuku) nikahnya bukan sama pacarnya yang udah 2 tahun itu lho?

A : hah? Masa? Kenapa?

C : ga tw…akhirnya nikah ma tetangganya yang baru kenal 1 bulan…

A : ???


Dan terbukti pula dengan 3 orang sepupuku lainnya yang dah lama-lama pacaran, eh ternyata nikahnya malah ma temen kantornya yang baru kenal 3 bulan, atau ma orang yang ketemu di kereta yang juga baru kenalan hanya dalam waktu 4 jam, atau dengan teman lamanya waktu SD, de es be…



Belum lagi fakta yang ini…

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nuur : 24)


Jelas sekali dalam surat itu janji Allah bagi mereka yang baik hanya untuk yang baik dan bagi mereka yang bejad hanya untuk mereka yang bejad.



Lalu terfikirlah olehku,

Siapa sih yang ga pengen punya suami yang baik, alim dan dapat memimpin keluarga?

Aku juga sangat menginginkan itu pastinya, karena keluargaku nantilah yang pastinya akan aku pertanggung jawabkan di akhirat…


Namun pantaskah jika aku menginginkan suami yang terbaik untuk anak-anakku kelak tapi aku sendiri tidak membentuk diriku sebagai istri yang baik dan ibu yang baik kelak untuk anak-anakku?

Pantaskah seorang bejad sepertiku mendapat suami yang baik itu?

Tidakkah itu tidak adil baginya dan bagi wanita-wanita yang jauh lebih baik dariku di luar sana?



Maka….

Untuk itu…

Aku rasa aku harus berubah…


Lalu kata2 “cara mencari jodoh tyang terbaik adalah dengan cara memperbaiki diri” tidak lagi kusepelekan. Malah menjadi kata2 yang ‘mengena’ bagiku…



Lalu terpikir lagi olehku…

aku merasa hal yang namanya pacaran itu menghabiskan waktu dan energi… Bayangkan saja, jadian, menjalin hubungan, lalu putus, belum lagi masa2 berantem.. dan aq mengakui ketika berantem itu sungguh menghabiskan energi, menangis, ngambek, perlu waktu lagi bwat bahas masalah.. belum lagi klo berakhir dengan putus, sakiiiit bgt rasanya..

Dan klo dibandingkan dengan pacaran jaman sekarang, belum lagi bila si cowok “meminta hal yg tidak2”.. bukankah jika kita berikan, berarti kita tidak lagi memberikan diri kita yang utuh pada suami kita?

Na’udzubillah…



Allah….

Terimakasih atas petunjukMu yang indah ini…

Bantu aku dan saudara2 seimanku yang lain di luar sana untuk menjaga diri kami, menjaga hati dan menjaga cintaMu…

Aamiin,


Lalu terjadi obrolan singkat dengan ibuku, dan kuakhiri telfon dengan kata2

“ya bu…percaya saja pada Allah dengan janjiNya,

Wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya…

Sekarang saatnya aku tuk memperbaiki diri dulu bu…

Mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depanku kelak…”


Wallahu’alam..


akankah ia bisa sukses juga???

Bismillah…



Jika orang-orang sukses yang dimana kesuksesan mereka berawal dari sebuah kemauan, bukan kemampuan, ketika sukses itu tiba dalam genggaman mereka, mereka berkata:

“terimakasih pada ibu yang selalu mendukungku..”

Atau begini..

“terimakasih keluargaku yang menginspirasi ku dan mensupport dari belakang”

Atau apapun itu….



Tapi…

Jika ada seseorang yang punya kemauan yang besar untuk menjadi sukses,

Tapi justru tekanan dan hambatan datang dari keluarga….

Bahkan kata-kata seperti ini keluar dari mulut mereka

‘mimpimu terlalu besar, kamu tidak lihat kemampuanmu seperti apa’

Atau kata2..

‘lihat dulu diri kamu, apa bisa mencapai itu?’

Atau bahkan yang lebih kejam lagi…

‘hentikan usahamu karena akan percuma’



Lalu…

Apakah orang tersebut akan bisa mencapai kesuksesan?

Jika orang-orang terdekatnya sendiripun meragukannya..??

Sedikit tanda-tanda kebesaran Allah

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Imran : 191)

Subhanallah.. memang tiada yang sia-sia apa yang diciptakanNya.
Pada keindahan alam ini sudah jelas sekali kebesaran Allah.
Pada tubuh ini banyak sekali rancangan indah yang begitu tertata rapi dan tidak ada satu perancang pun yang dapat menandinginya


Otak kita misalnya, pada dasarnya otak ini mempunyai berat sekitar 1500 gr namun karena ada cairan cerebrospinal ini berat otak kita dalam kepala ini seakan hanya sekita 50 gr (seperti menagnkat beban berat dalam air akan lebih ringan disbanding di udara). Bayangkan saja jika Allah tidak menciptakan cairan serebrospinal ini. Terbayangkah oleh kita kita membawa barang sekitar 1500gr di ats kepala kita setiap saat, dalam keadaan apapun, dimanapun selama hidup kita?


Pada serabut saraf lagi-lagi Allah menunjukkan kebesaranNya. Myelin yang terbuat dari protein dan lipid sebagai isulator dalam neuron dan isulator itu tidak akan mampu dilewati potensial listrik dalam serabut saraf kita tuk mengalirkan informasi, maka ion Natrium pun berdifusi melewati myelin tersebut, tapi natrium itu akan “habis masa hidupnya” jika myelin yang dilewatinya lebih dari 1mm, dan Subhanallah Allah menciptakan myelin kita kurang dari 1mm, bayangkan jika lebih dari itu, maka tidak akan ada respon saraf yang sampai pada otak kita.


Pada rahim ini juga, dengan perencanaan yang sangat sistematis dan tertata rapi ada siklus yang dengan waktu-waktu tertentu endometrium menebal karena pengaruh hormone tuk mempersiapkan calon mujahid jika ovum itu bertemu dengan sperma. Namun jika tidak, meluruhlah dinding endometrium itu. Bayangkan saja jika Allah tidak memberi waktu bagi rahim ini tuk meluruhkan dingding itu, tidak akan terbayang uterus ini akan penuh hanya dengan gumpalan-gumpalan darah sejak seorang wanita pubertas sampai masa menopous. Padahal rahim itu ukrannya tidak lebih besar daripada bola golf.


Pada berjuta2 sperma yang menyerbu sebuah ovum pun Allah tetap saja menunjukkan kebesaranNya, disini Allah mengajarkan kita tuk amal jama’i. Sperma yang berjuta-juta itu bukan hanya berlomba tuk mencapai si ovum yang telah menunggu tapi mereka sama-sama menghasilkan enzim yang cukup memadai tuk beramai-ramai meluruhkan sawar yang mgelilingi ovum sampai sperma pemenang menembus sitoplasma ovum. Tidak ada satupun sperma itu yang egois dan mau menang sendiri tapi mereka justru tetap berkonstribusi tuk membantu siapapun saudara sperma itu yang akan mencapai ovum yang jika bertemu akan menghasilkan seorang mujahid pembela agama ini kelak.


Subhanallah…
Tidak ada alasan bagi kita tuk memungkiri ayat di atas karena memang tidak ada alasan bagi kita tuk tidak mempercayai Kebesaran Allah.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk : 67)


Ya Allah.. sesungguhnya tidak ada satupun yang tidak seimbang dari pencitaanMu.
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

Wallahu’alam..

Selasa, 28 Juli 2009

kenapa "ini tanda bahwa aku ada"..??

Assalamu'alaykum...

hmm...ku awal dg bismillah..

kenapa blog ini berjudul seperti ini?

yah...tidak lain ini hanya karena aq mulai tergerak lagi untuk menulis..
"lagi"..??
yaa....aq pernah meninggalkam hobiku yg satu ini..
dan aq merasa kehilangan sebagian dari diriku...
*mgkn agak lebay yaa...hhe,*
tapi memang inilah yg ku alami..

tidak lagi aq dapati diriku yang dulu,,
yg dengan refleks membuka laptop dan menulis hikmah hari itu..
yg kudapati kini,,
adalah diriku yg hampa,,
yg tidak dapat mengambil hikmah yg ada pada tiap hari yg telah kulewati...
seakan waktu yang benar2 berharga ini terlewat begitu saja..

yaa...kusadari kini,
tidak menulis seperti tidak bermuhasabah
tidak menulis seperti menyia-nyiakan waktu yg telah dilewati
tidak menulis berarti membiarkan hikmah lewat begitu saja
tidak menulis berarti tidak ada prasasti kehidupan yg harusnya kubuat,
karena menuilis adalah prasasti kehidupan yg kutinggalkan pada dunia
yang menyatakan bahwa aku ada...
dan aq pernah ada di dunia ini...

Wallahu'alam