Assalamu'alaykum...
bismillah..
belakangan ni ramai sekali di TV, majalah, koran dan bahkan sampai mulut ke mulut membicarakan mengenai meninggalnya mbah surip..
Saya disini tidak akan membahas bagaimana mbah surip meninggal, apa saja penyakit yamg diderita mbah suri, bagaimana kebiasaan mbah surip, dan semacamnya...
Saya hanya ingin refleksi diri dan juga mengajak teman2 tuk kembali melihat masa depan kita..masa depan yang lebih kekal tentunya...
Apa yang kita tinggalkan di dunia jika kita nanti juga dipanggil?
apakah suatu yang bermanfaat tuk orang lain?
atau hanya sebagai kenangan di hati beberapa manusia?
atau yang lebih parah apakah kita hanya akan meninggalkan 3 kata? (si fulan, lahir tanggal sekian, meninggal tgl sekian)
Kapan kita meninggalkan dunia yang fana ini dan menuju kehidupan yang lebih kekal?
tidak ada satupun yang dapat menjawab ini karena hanya Allah lah yang tahu yang juga sudah tertulis dengan jelas pastinya dalam kitab lauhul mahfudz...
bukankah yang dapat kita usahakan sekarang hanyalah mengumpulkan bekal sebanyak2nya tuk kehidupan yg lebih kekal itu?
berusaha sekuat tenaga agar tiap detik yang dilewati menghasilkan tiket ke syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.. dan itulah sebaik2nya tempat kembali..
semoga..
Bagaimana kita meninggal?
akankah ketika kita sedang melakukan hal yang sia2?
atau bahkan maksiat?
ataukah ketika kita sedang berjihad di jalanNya?
bukankah sebaik2nya mereka adalah yang mati syahid dalam menegakkan agama Allah?
Apa kata-kata terakhir kita ketika ruh yang dicabut sudah sampai tenggorokan?
apakah kata2 makian karena kesakitan yang luar biasa?
ataukah kata2 standar namun tak bermakna?
ataukah asma Allah yang keluar dari lisan ini?
semoga..
ini menjadi refleksi diri bagi kita..
sebagai hikmah yang dapat dipetik manfaatnya..
semoga ini semua mengantarkan kita pada kebaikan...
dan membuat kita lebih siap tuk menginggalkan bau anyir dunia fana ini..
aamiin,
Kamis, 06 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar