Rabu, 29 Juli 2009

Disuruh pacaran?? wew!!

Bismillah…



Pagi itu,,hp ku berbunyi…

“telpon dari ibu, ada apa sore2 begini nelpon?? Tumben amat” fikirku…



Namun, terjadi percakapan yg cukup menggelikan..

Hihi,,


Aku: Assalamu’alaykum,,

Ibu : Wa’alaykumussalam. deQ..??

Aku : iya,, ada apa bu?

Ibu : ……………………………………………. (ibu membicarakan hal lain)

Aku : iya bu…

Lalu………

Ibu : deQ,, kmu kan udah mw naik smester 3………

(ibu ngomong dengan nada serius dan sebelum ibu melanjutkan kata2 beliau, aq membayangkan ibu akan berkata ‘belajar dunk yang serius, jangan sampai dapat nilai jelak lagi,, jangan mengecewakan ibu lagi..’ aku pun sudah bersiap diri dengan perkataan maaf dan selanjutnya… tapi ternyata…….

Ibu : (lanjutan yang tadi)….. kmu udah boleh koQ pacaran…

DUBRAK..!!!!



Sungguh hal yang di luar dugaan…

Pikiranku pun melayang ke masa kira2 2 tahun yang lalu, 3 tahun yang lalu, 4 tahun yang lalu… yah…masa2 jahiliyah itu… saat2 aku dilarang pacaran, tapi malah dengan bandel aku melanggar larangan ibu dan laranganNya dengan berpacaran dengan seorang teman yang menurutku dya yang terbaik bagi ku.. Astagfirullah…



Dan memang…

Allah itu tidak kehabisan cara tuk menguji hambaNya,

Baru saja beberapa hari sebelum hari itu aku mengikrarkan pada diri sendiri tuk tidak mau berpacaran lagi sampai aku menikah dan pacaran selanjutnya ya hanya dengan suamiku nanti, dengan orang pilihanNya...



Ntahlah….

Hal itu begitu saja terpikir dan terbayang-bayang dalam benakku beberapa hari sebelum akhirnya aku mengikrarkan hal itu pada diriku..

Hal itu begiru mengganggu fikiranku…

Membuat hatiku resah dan membayangiku dalam mimpi2ku…

Sampai pada suatu pagi,

Ntah pada malamnya Allah memberi mimpi apa padaku,

Aku merasa bahwa sudah saatnya aku hijrah..

Hijrah tuk menjaga hati..

Menjaga diri…

Untuk diriku sendiri, untuk masa depanku nanti dan lebih utama untuk Allah dan RasulNya…


Someone said “cara mencari jodoh yang terbaik adl dengan cara memperbaiki diri”


Dahulu…aq tak habis pikir kenapa cara mencari jodoh dengan cara memperbaiki diri? Apa hubungannya memperbaiki diri dengan jodoh kita?

Apakah dengan aku memperbaiki diri lalu jodohku yang jauh di luar sana juga sedang memperbaiki dirinya?

Lalu bagaimana dengan film2 yang menceritakan istrinya alim luar biasa tapi suaminya bejadnya na’udzubillah?



Yah…sebejadn2nya aku dulu, Alhamdulillah Allah masih membukakan hatiku..

Teringat aku dengan berbagai literatur yang kubaca dan pengalaman yang ku alami…



Salah satunya…

“ bagaimanapun, orang akan memilih intan berlian yang terbungkus rapi dan tersimpan di dalam lemari daripada intan berlian yang terpajang di depan etalase dan sering kali dilihat orang, dipegang-pegang apalagi sampai dicoba, mesikipun keduanya sama-sama intan berlian”

Dianalogikan intan berlian itu adalah kita, para gadis dan wanita yang pada dasarnya diberikan kelebihan dari Sang Khalik yakni keindahan yang dapat membuat siapa saja terpesona melihatnya…



Atau percakapan ini

A : udah berapa lama c ma cowok lo?

B : 3 tahun

A : trus nanti nikah mw ma dya?

B : ga ah…aku mw cari yang lebih baik untuk anak2ku dibanding dya

A : lalu bwat apa pacaran 3 tahun klo akhirnya ga nikah?

B : malas aja putus tar,, ntar sakit….

A : lalu apakah tidak sia2 waktu yang lo keluarin bwat dya?

B : ntahlaaa…



Dan fakta-fakta seperti…

B : kakak gw udah putus ma ceweknya, padahal dah tunangan, tinggal nikah lagi

A : lho?kenapa?

B : baru ketahuan sifat buruk si cewe

A : lha? Jadi 5 taun ngapayn aja?

B : tauk…

C : deq.. akhirnya mba **** (sepupuku) nikahnya bukan sama pacarnya yang udah 2 tahun itu lho?

A : hah? Masa? Kenapa?

C : ga tw…akhirnya nikah ma tetangganya yang baru kenal 1 bulan…

A : ???


Dan terbukti pula dengan 3 orang sepupuku lainnya yang dah lama-lama pacaran, eh ternyata nikahnya malah ma temen kantornya yang baru kenal 3 bulan, atau ma orang yang ketemu di kereta yang juga baru kenalan hanya dalam waktu 4 jam, atau dengan teman lamanya waktu SD, de es be…



Belum lagi fakta yang ini…

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nuur : 24)


Jelas sekali dalam surat itu janji Allah bagi mereka yang baik hanya untuk yang baik dan bagi mereka yang bejad hanya untuk mereka yang bejad.



Lalu terfikirlah olehku,

Siapa sih yang ga pengen punya suami yang baik, alim dan dapat memimpin keluarga?

Aku juga sangat menginginkan itu pastinya, karena keluargaku nantilah yang pastinya akan aku pertanggung jawabkan di akhirat…


Namun pantaskah jika aku menginginkan suami yang terbaik untuk anak-anakku kelak tapi aku sendiri tidak membentuk diriku sebagai istri yang baik dan ibu yang baik kelak untuk anak-anakku?

Pantaskah seorang bejad sepertiku mendapat suami yang baik itu?

Tidakkah itu tidak adil baginya dan bagi wanita-wanita yang jauh lebih baik dariku di luar sana?



Maka….

Untuk itu…

Aku rasa aku harus berubah…


Lalu kata2 “cara mencari jodoh tyang terbaik adalah dengan cara memperbaiki diri” tidak lagi kusepelekan. Malah menjadi kata2 yang ‘mengena’ bagiku…



Lalu terpikir lagi olehku…

aku merasa hal yang namanya pacaran itu menghabiskan waktu dan energi… Bayangkan saja, jadian, menjalin hubungan, lalu putus, belum lagi masa2 berantem.. dan aq mengakui ketika berantem itu sungguh menghabiskan energi, menangis, ngambek, perlu waktu lagi bwat bahas masalah.. belum lagi klo berakhir dengan putus, sakiiiit bgt rasanya..

Dan klo dibandingkan dengan pacaran jaman sekarang, belum lagi bila si cowok “meminta hal yg tidak2”.. bukankah jika kita berikan, berarti kita tidak lagi memberikan diri kita yang utuh pada suami kita?

Na’udzubillah…



Allah….

Terimakasih atas petunjukMu yang indah ini…

Bantu aku dan saudara2 seimanku yang lain di luar sana untuk menjaga diri kami, menjaga hati dan menjaga cintaMu…

Aamiin,


Lalu terjadi obrolan singkat dengan ibuku, dan kuakhiri telfon dengan kata2

“ya bu…percaya saja pada Allah dengan janjiNya,

Wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya…

Sekarang saatnya aku tuk memperbaiki diri dulu bu…

Mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depanku kelak…”


Wallahu’alam..


akankah ia bisa sukses juga???

Bismillah…



Jika orang-orang sukses yang dimana kesuksesan mereka berawal dari sebuah kemauan, bukan kemampuan, ketika sukses itu tiba dalam genggaman mereka, mereka berkata:

“terimakasih pada ibu yang selalu mendukungku..”

Atau begini..

“terimakasih keluargaku yang menginspirasi ku dan mensupport dari belakang”

Atau apapun itu….



Tapi…

Jika ada seseorang yang punya kemauan yang besar untuk menjadi sukses,

Tapi justru tekanan dan hambatan datang dari keluarga….

Bahkan kata-kata seperti ini keluar dari mulut mereka

‘mimpimu terlalu besar, kamu tidak lihat kemampuanmu seperti apa’

Atau kata2..

‘lihat dulu diri kamu, apa bisa mencapai itu?’

Atau bahkan yang lebih kejam lagi…

‘hentikan usahamu karena akan percuma’



Lalu…

Apakah orang tersebut akan bisa mencapai kesuksesan?

Jika orang-orang terdekatnya sendiripun meragukannya..??

Sedikit tanda-tanda kebesaran Allah

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Al-Imran : 191)

Subhanallah.. memang tiada yang sia-sia apa yang diciptakanNya.
Pada keindahan alam ini sudah jelas sekali kebesaran Allah.
Pada tubuh ini banyak sekali rancangan indah yang begitu tertata rapi dan tidak ada satu perancang pun yang dapat menandinginya


Otak kita misalnya, pada dasarnya otak ini mempunyai berat sekitar 1500 gr namun karena ada cairan cerebrospinal ini berat otak kita dalam kepala ini seakan hanya sekita 50 gr (seperti menagnkat beban berat dalam air akan lebih ringan disbanding di udara). Bayangkan saja jika Allah tidak menciptakan cairan serebrospinal ini. Terbayangkah oleh kita kita membawa barang sekitar 1500gr di ats kepala kita setiap saat, dalam keadaan apapun, dimanapun selama hidup kita?


Pada serabut saraf lagi-lagi Allah menunjukkan kebesaranNya. Myelin yang terbuat dari protein dan lipid sebagai isulator dalam neuron dan isulator itu tidak akan mampu dilewati potensial listrik dalam serabut saraf kita tuk mengalirkan informasi, maka ion Natrium pun berdifusi melewati myelin tersebut, tapi natrium itu akan “habis masa hidupnya” jika myelin yang dilewatinya lebih dari 1mm, dan Subhanallah Allah menciptakan myelin kita kurang dari 1mm, bayangkan jika lebih dari itu, maka tidak akan ada respon saraf yang sampai pada otak kita.


Pada rahim ini juga, dengan perencanaan yang sangat sistematis dan tertata rapi ada siklus yang dengan waktu-waktu tertentu endometrium menebal karena pengaruh hormone tuk mempersiapkan calon mujahid jika ovum itu bertemu dengan sperma. Namun jika tidak, meluruhlah dinding endometrium itu. Bayangkan saja jika Allah tidak memberi waktu bagi rahim ini tuk meluruhkan dingding itu, tidak akan terbayang uterus ini akan penuh hanya dengan gumpalan-gumpalan darah sejak seorang wanita pubertas sampai masa menopous. Padahal rahim itu ukrannya tidak lebih besar daripada bola golf.


Pada berjuta2 sperma yang menyerbu sebuah ovum pun Allah tetap saja menunjukkan kebesaranNya, disini Allah mengajarkan kita tuk amal jama’i. Sperma yang berjuta-juta itu bukan hanya berlomba tuk mencapai si ovum yang telah menunggu tapi mereka sama-sama menghasilkan enzim yang cukup memadai tuk beramai-ramai meluruhkan sawar yang mgelilingi ovum sampai sperma pemenang menembus sitoplasma ovum. Tidak ada satupun sperma itu yang egois dan mau menang sendiri tapi mereka justru tetap berkonstribusi tuk membantu siapapun saudara sperma itu yang akan mencapai ovum yang jika bertemu akan menghasilkan seorang mujahid pembela agama ini kelak.


Subhanallah…
Tidak ada alasan bagi kita tuk memungkiri ayat di atas karena memang tidak ada alasan bagi kita tuk tidak mempercayai Kebesaran Allah.

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk : 67)


Ya Allah.. sesungguhnya tidak ada satupun yang tidak seimbang dari pencitaanMu.
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar…

Wallahu’alam..

Selasa, 28 Juli 2009

kenapa "ini tanda bahwa aku ada"..??

Assalamu'alaykum...

hmm...ku awal dg bismillah..

kenapa blog ini berjudul seperti ini?

yah...tidak lain ini hanya karena aq mulai tergerak lagi untuk menulis..
"lagi"..??
yaa....aq pernah meninggalkam hobiku yg satu ini..
dan aq merasa kehilangan sebagian dari diriku...
*mgkn agak lebay yaa...hhe,*
tapi memang inilah yg ku alami..

tidak lagi aq dapati diriku yang dulu,,
yg dengan refleks membuka laptop dan menulis hikmah hari itu..
yg kudapati kini,,
adalah diriku yg hampa,,
yg tidak dapat mengambil hikmah yg ada pada tiap hari yg telah kulewati...
seakan waktu yang benar2 berharga ini terlewat begitu saja..

yaa...kusadari kini,
tidak menulis seperti tidak bermuhasabah
tidak menulis seperti menyia-nyiakan waktu yg telah dilewati
tidak menulis berarti membiarkan hikmah lewat begitu saja
tidak menulis berarti tidak ada prasasti kehidupan yg harusnya kubuat,
karena menuilis adalah prasasti kehidupan yg kutinggalkan pada dunia
yang menyatakan bahwa aku ada...
dan aq pernah ada di dunia ini...

Wallahu'alam