bismillah..
seperti biasa..
sabtu sore..merencanakan pulang ke solo dengan kereta api p*****s..
sebuah kereta yg slalu ku tumpangi ketika pulang-balik solo..
sampai di lempuyangan dengan ngos2an *abis ngebut ngejar jadwal kreta (lagi)*
melihat situasi.. kanan..kiri…
"ramee bwanget.. jangan2 ga dpt tempat duduk" batinku..
benar saja..
kereta datang, seluruh orang berebutan utk naik seakan-akan di dalamnya terdapat sembako yang menjanjikan selama 5 tahun..
dan karena kalah postur di banding orang2 itu..jadilah aq jg tak mendapatkan tmpat duduk yg seharga sembako 5 tahun itu..
sangat rame dan berdesak-desakan,,
seakan2 dalam sejam lagi aq sudah akan menjadi bandeng presto...
sangat rame..
bahkan utk duduk selonjoran di bawah saja sepertinya ga bisa..
melihat sekeliling...
"yahh..qo yg duduk malah yg cowo2..yg bdiri kbanyakan cewe, ngalah keQ" sewotku..
tp cepat2 kukembalikan niat,,
"astagfirullah"...
tiba di stasiun berikutnya....
kulihat dari kejauhan banyaknya penumpang yang menunggu di pinggir rel kereta stasiun tersebut..banyak juga..
"hah..masih akan ditambah lagi dengan orang sebanyak itu?"
baiklah,,,
namun ada yg membuat hatiku tersentak..
diantara orag2 yang masuk melalui pintu yg tak jauh dari tempatku berdiri,
tiba2 saja naik sepasang suami istri yang mungkin sudah 50 tahunan usia pernikahan mereka,
mencoba meraih gagang pintu dan naik dg susah payah..
dan tak ada yg membantu..
tp dengan romantisnya setelah si kakek naik, kakek itu menyambut tangan si nenek dan membantu nenek naik..
"subhanallah"...
berhasillah mereka berdua naik ke kereta...
penumpang yang sudah di dalam kereta bergerak masuk demi puluhan penumpang yang baru saja masuk terutama sepasang kakek nenek tadi..
kereta pun berjalan lagi...
tentu saja penumpang yang baru naik ga ada yg dpt tempat duduk
lha dari stasiun sebelumnya saja sudah banyak yg berdiri...
hey..
tp ada yg aneh disini...
kakek nenek itu dibiarkan BERDIRI...!!
tak ada satupun yang mempersilahkan mereka duduk..
aku alihkan pandanganku,
di depanku duduk seorang bapak2 berbadan besar dan perut buncit
sepertinya pekerja kantoran..
2 orang disamping kanan beliau sepasang muda-mudi yg katanya sedang menjalin cinta (baca: pacaran)
Disamping kiri duduk pula pemuda2 yang sepertinya anak kuliahan yg masih kuat kurasa utk berdiri 1 jam ke depan...
ku alihkan pandanga ke arah belakang...
sepasang suami istri yang sedang repot mendiamkan anak bayinya yang rewel,
ntah karena apa, kemungkinan karena sang bayi yg masih polos itu juga ternyata merasa hampir dijadikan banding presto..
disamping kanan suami istri itu lagi-lagi 3 orang pemuda berbadan tegap,
jangankan berdiri,mungkin bergelantungan di kereta inipun harusnya dia mampu..
di samping kiri suami istri itu seorang mbak2 dan sebelahnya juga seorang ibu yang tampak sedang berbicara dengan anaknya yag sepertinya masih duduk di bangku SD..
heyy…
di sekelilingku mereka yang mendapet tempat duduk itu,
sebagian besar adalah orang yang masih cukup kuat kurasa untuk menggantikan sepasang kakek nenek itu untuk berdiri…
aq tunggu 5 menit…
10 menit…
20 menit..
30 menit…
Tidak juga ada yg memberi beliau tempat duduk…
“andai aq dapat tempat duduk…
Jadi menyesal tidak ikutan rebutan tempat duduk ketika naik tadi…
Hmm…jd bingung ajakan apa yg sebaiknay kutulis beserta notes ini…
Mungkin sperti ini..
“hey orang2 yang bertempat duduk ketika di kereta api,,perhatikan lingkungan sekitar.. masih ada yg lebih berhak mendapatkan tempat duduk itu”
Atau seperti ini..
“mohon maaf kakek nenek..sebaiknya kakek nenek tidak naik kereta ketika sedang penuh… karena hanya akan membuat orang lain kasihan…”
Hah!!!
Biarlah mereka yang MEMPUNYAI HATI yg dapat mengambil pelajaran…
Sedangkan pelajaran untuk diriku:
“rebut lah kursi tempat duduk seramai apapun itu.. syapa tahu suatu saat nanti akan ada kakek nenek spt itu yg kedua, ketiga, atau selanjutnya… berjanji merebut “kursi seharga 5 sembako” itu untuk orang lain…bukan sekedar untukku..”
Akhir cerita…
45 menit setelah itu kakek nenek itupun dapat duduk dan aku pun juga dapat tempat duduk di stasiun purwosari dimana 50% penumpang sudah turun di stasiun itu..
Kereta pun berhenti di stasiun trakhir-solo balapan..
Dimana aku dan kakek nenek itu sama2 turun…
Ya Allah….ampuni dosa mereka dan ringankan beban mereka..aamiin..
wallahu'alam..
Sabtu, 06 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar